Tahun Ajaran baru telah tiba. Para calon siswa berhamburan di sekolah-sekolah. Baik para orangtua atau para siswa sendiri berlomba mendapatkan sekolah favorit, untuk mendapatkan yang terbaik segi kuantitas dan kualitas. Gedung megah, halaman luas, laboratorium lengkap, lapangan yang tersedia dalam semua jenis olahraga, kegiatan ekskul yang padat dlsb. itu adalah tolak ukur dalam pandangan umum.
Penuh harap kelak setelah lulus mendapatkan nilai yang bagus dan bisa menjadi seseorang yang dicita-citakan. Sebuah cita-cita yang dalam pandangan mata begitu terhormat dan mampu mendapatkan materi yang layak.
Tapi itu semua tanpa disadari telah bertolak belakang dengan apa yang telah dilakoni oleh Nabi-nabi kita. Isa a.s., begitu menderita sampai lupa memikirkan dirinya, selama hidupnya dimusuhi, dihina, dilempari batu, bahkan dikejar-kejar mau dibunuh. Bahkan karena dikucilkan oleh masyarakat beliau hidup di tengah hutan yang jauh dari masyarakat bersama ibunya. Ketika Bunda Maryam meninggal, beliau meminta masyarakat untuk membantu mengubur tidak ada yang bersedia. Semua itu ditanggung akibat membawa ajaran ALLAH. Selalu menyampaikan tanpa lelah dan malu.
Sedangkan Nabi akhir zaman, nabi seluruh alam juga mengalami hal yang serupa. Demi menyampaikan ajaran ALLAH beliau dikucilkan, dimusuhi, dilempari batu, diludahi dlsb. bahkan diasingkan selama 3th, dimana ketika itu Ibu Khodijah sedang sakit sampai akhirnya meninggal dalam tenda pengasingan.
Betapa tragis dan pilu para figur dan idola yang selalu kita gembor-gemborkan sebagai teladan dan panutan hidup.
Siapkah kita hidup seperti Nabi Isa, Nabi Muhammad atau nabi-nabi yang lain???
Bisakah cita-cita kita ditujukan seperti Nabi-nabi tersebut????
Penuh harap kelak setelah lulus mendapatkan nilai yang bagus dan bisa menjadi seseorang yang dicita-citakan. Sebuah cita-cita yang dalam pandangan mata begitu terhormat dan mampu mendapatkan materi yang layak.
Tapi itu semua tanpa disadari telah bertolak belakang dengan apa yang telah dilakoni oleh Nabi-nabi kita. Isa a.s., begitu menderita sampai lupa memikirkan dirinya, selama hidupnya dimusuhi, dihina, dilempari batu, bahkan dikejar-kejar mau dibunuh. Bahkan karena dikucilkan oleh masyarakat beliau hidup di tengah hutan yang jauh dari masyarakat bersama ibunya. Ketika Bunda Maryam meninggal, beliau meminta masyarakat untuk membantu mengubur tidak ada yang bersedia. Semua itu ditanggung akibat membawa ajaran ALLAH. Selalu menyampaikan tanpa lelah dan malu.
Sedangkan Nabi akhir zaman, nabi seluruh alam juga mengalami hal yang serupa. Demi menyampaikan ajaran ALLAH beliau dikucilkan, dimusuhi, dilempari batu, diludahi dlsb. bahkan diasingkan selama 3th, dimana ketika itu Ibu Khodijah sedang sakit sampai akhirnya meninggal dalam tenda pengasingan.
Betapa tragis dan pilu para figur dan idola yang selalu kita gembor-gemborkan sebagai teladan dan panutan hidup.
Siapkah kita hidup seperti Nabi Isa, Nabi Muhammad atau nabi-nabi yang lain???
Bisakah cita-cita kita ditujukan seperti Nabi-nabi tersebut????
Siap? Belum...belum....
BalasHapusSemoga segera +_+