Selamat Datang di blog filantrophy

Selasa, 20 Juli 2010

GARIS YANG TERPUTUS

Masa Nabi Muhammad saw. beliau mengumpulkan para sahabat dan meminta untuk melingkar. Beliau membawa kayu dan membentuk lingkaran pada pasir. Setelah itu dalam lingkaran beliau menarik satu garis dan bersabda: "Ini adalah garis umpama tujuan manusia yang tidak ada batas". Setelah itu Nabi juga membuat garis satu lagi dibawahnya, dan bersabda: "Sedangkan ini adalah ketentuan Allah. Nah seringkali keinginan manusia dan ketentuan Allah ini tidak sama. Tiba-tiba garis manusia itu dipotong oleh Allah, bagaimana?"

Dari sini kita bisa menelaah betapa menakutkan ketika garis tujuan itu tiba-tiba terputus sedangkan gulungan didepan begitu panjang.

Akankah meronta? meminta perpanjangan waktu?

Sayangnya, sudah tidak ada belahkasih Allah lagi untuk mengabulkan keinginan manusia.
"Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shaleh. Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Qs. 64:10-11)

Minggu, 18 Juli 2010

Siapa Figur Kita?

Tahun Ajaran baru telah tiba. Para calon siswa berhamburan di sekolah-sekolah. Baik para orangtua atau para siswa sendiri berlomba mendapatkan sekolah favorit, untuk mendapatkan yang terbaik segi kuantitas dan kualitas. Gedung megah, halaman luas, laboratorium lengkap, lapangan yang tersedia dalam semua jenis olahraga, kegiatan ekskul yang padat dlsb. itu adalah tolak ukur dalam pandangan umum.

Penuh harap kelak setelah lulus mendapatkan nilai yang bagus dan bisa menjadi seseorang yang dicita-citakan. Sebuah cita-cita yang dalam pandangan mata begitu terhormat dan mampu mendapatkan materi yang layak.

Tapi itu semua tanpa disadari telah bertolak belakang dengan apa yang telah dilakoni oleh Nabi-nabi kita. Isa a.s., begitu menderita sampai lupa memikirkan dirinya, selama hidupnya dimusuhi, dihina, dilempari batu, bahkan dikejar-kejar mau dibunuh. Bahkan karena dikucilkan oleh masyarakat beliau hidup di tengah hutan yang jauh dari masyarakat bersama ibunya. Ketika Bunda Maryam meninggal, beliau meminta masyarakat untuk membantu mengubur tidak ada yang bersedia. Semua itu ditanggung akibat membawa ajaran ALLAH. Selalu menyampaikan tanpa lelah dan malu.

Sedangkan Nabi akhir zaman, nabi seluruh alam juga mengalami hal yang serupa. Demi menyampaikan ajaran ALLAH beliau dikucilkan, dimusuhi, dilempari batu, diludahi dlsb. bahkan diasingkan selama 3th, dimana ketika itu Ibu Khodijah sedang sakit sampai akhirnya meninggal dalam tenda pengasingan.

Betapa tragis dan pilu para figur dan idola yang selalu kita gembor-gemborkan sebagai teladan dan panutan hidup.

Siapkah kita hidup seperti Nabi Isa, Nabi Muhammad atau nabi-nabi yang lain???
Bisakah cita-cita kita ditujukan seperti Nabi-nabi tersebut????

Kamis, 15 Juli 2010

Mencoba Optimis

Bismillah.
Ketika manusia mulai dengan kehidupannya maka akan makan segala macama buah. Semua rasa akan dimakan. Tak jarang juga buah itu termuntahkan karena tak kuat menahan pahit dan getir rasa buah tsb. Tapi manusia tak bisa hanya makan buah yang dianggap enak dan manis saja. Karena manusia harus terus hidup dengan segala macam buah. Jika tak bisa menelan dan merasakan rasa buah itu maka tetap saja diam ditempat dan tidak akan melangkah.

Untuk itu ketika buah terasa memuakkan dan maka teruslah berjuang untuk bisa menelan dan mencari buah yang lain. Maka dengan itu akan mendapatkan kesegaran buah selanjtnya.

Begitu juga hidup ini. Tidak selalu mulus seperti yang kita inginkan. Namun jika ada hambatan ditengah jalan maka teruslah berjuang untuk maju menjadi lebih baik. Jangan terpuruk oleh kebodohan mu.

bismillah

gggggggggggggggggggggggggggggg